Press "Enter" to skip to content

Ada Apa Dengan Piyama? Trend Fashion yang Punya Potensi Meledak

Kata Kunci Pajama mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama sebulan terkahir (explodingtrends.com). Tren ini saya rasa sih cukup meledak mengikuti semakin panjangnya masa #dirumahaja kita baik di Indonesia maupun di luar negeri. Namun, layakkah untuk kita ikuti dengan mencoba menjual produk Piyama di marketplace lokal?

Baca Juga:
Thriftshop, Apakah Layak Diperjuangkan?

Ada Apa Dengan Piyama

  1. Kenapa Harus Piyama?
  2. Shifting Clothing Line Brand Besar
  3. Apa Kata Google?
  4. Korea?
  5. Aktivitas hashtag di Sosial Media
  6. Potensi Marketplace
  7. Kesimpulan

Kenapa Harus Piyama?

Seperti kita ketahui, karena panjangnya masa pandemi ini dan berubahnya kebiasaan, maka pakaian di dalam rumah sekarang memiliki banyak sekali peminat. Kalau dulu di dalam rumah kita tidak perlu pakaian baru, namun sekarang di dalam rumahpun tetap harus kelihatan cantik, bagaimanapun juga kondisinya sosial media kita tetap (harus) aktif ya kan?

Pajama is the new Gown

Hal ini entah kenapa menjadi sebuah tren yang bersamaan meledak, tidak hanya di kalangan end user saja, tapi juga brand besar layaknya HnM

Shifting Clothing Line Brand Besar

#athomewithhm

Tren #dirumahaja ini sepertinya juga menjadi peluang tersendiri untuk brand fashion besar di Dunia, HnM contohnya. HnM tidak mengeluarkan koleksi baju musim panas atau musim dingin, melakinkan malah meluncurkan koleksi baju loose / yang memilki bahan adem ala ala piyama / baju tidur. Karena mau di rumah aja tetep nggak bisa ngehalangin “passion” para influencer ini untuk tetap tampil cantik di sosial media kan

Apa Kata Google

Piyama, baju tidur dan Daster mengalami peningkatan pencarian yang cukup siginifikan per tanggal 17 Mei. Emang ada Apa sih di tanggal 17 Mei? ternyata ini kurang lebih 1 minggu sebelum Lebaran, atau masa turunnya uang THR dan pertama kalinya PSBB dilonggarkan.

Kalau kita bandingkan dengan kata kunci “khas” ramadhan (hijab,gamis,kerudung) kurvanya cukup berbanding terbalik ya. Tepat di tangal 17 Mei pencariannya malah menurun. Kok bisa ya malah pas THR cair, pencariannya drop! mungkin sepanjang puasa, sebenarnya sudah ngincer nih mau beli baju apa buat lebaran, eh ternyata mudik dipersulit, jadilah uang THR dibelikan “baju cantik buat di rumah aja” apalagi kalau bukan daster. Luar biasa memang Corona, bisa merubah preferensi belanja hingga segitunya

walaupun sebenarnya sih, volume pencarian dari hijab masih jauh lebih tinggi di atas daster, but you get my point right?

Korea?

Setelah melihat trend yang menarik ini, mungkin ada di pikiran adna semua bahwa

“Ini pasti konspirasi negara pengekspor kebudayaan terbesar di Dunia, yaitu Korea! yang bikin kita lupa sama agama mayoritas di Indonesia!”

Tapi, kalau kita lihat dari berbagai trend ternyata bukan Korea maupun film korea penyebabnya, terbukti dari jumlah pencarian google terkait korea yang nggak sebanyak itu juga

Memang sempat meningkat karena Korean waves, tapi peaknya pun bahkan tidak setinggi niche kurang populer “Kursus Web Design”. Sebenarnya kalau lihat semua kurvanya korean waves ini mulai bergejolak sejak Februari lho, kayaknya menarik dibahas lain waktu.

Prediksi saya, memang pencetus idenya pure dari barat dan sosial medianya sih ya, karena memang kata kunci “pajama” sempat meledak sebulan terakhir ini menurut explodingtopics

Kalau lihat kurvanya yang nge-peak, rasanya tren ini masih punya umur cukup panjang layaknya clear heels yang bakal kita bahas berikutnya 🙂

Aktivitas Hashtag di Sosial Media

Flick mencatat kata kunci piyama, baju tidur dan daster memang merupakan hashtag yang sangat populer dan matang di sosial media Instagram. Masing masing kata kunci memiliki lebih dari 7000 postingan tiap harinya dengan jumlah post hingga 5 juta post. Berarti umur hashtagnya kurang lebih sudah lebih dari 2 tahun, bukan trend baru. Bahkan masing masing hashtag punya hashtag secondary yang cukup bagus metriknya.

Bahkan, kalau kita lihat di facebook ads manager pun volumenya gila banget. Saya rasa mending jualan ini sih daripada rebutan ceruk gamis atau kerudung. Tapi kita lihat dulu bagaimana potensinya di marketplace

Potensi Marketplace

Sayangnya nih, ketika lihat di marketplace, kata kunci ini sudah masuk kategori berdarah darah, PPCnya di atas 2000, bahkan kata kunci piyama hampir 3000 biayanya. Gede banget

di Database Lapakninja.com menunjukkan, produk terlaris dengan kata kunci ini berani jual di harga 33rb an. Sudah berhasil menjual hingga 45rb pcs sejak tokonya berdiri 17 Bulan yang lalu. Wah! Bahkan ada toko yang sudah berdiri selama 3 tahun lho.

Sayangnya, sudah nggak potensial lagi dijual di marketplace, emang berani ngiklan lawan raksasa – raksasa begini? bayangkan, setidaknya 10% dari user yang klik iklan kita akan konversi, jadi untuk mendapatkan 1 user kita butuh biaya Rp 28.000,-. Padahal barang yang ditawarkan harganya cuma Rp 33.000, Selisih cuma Rp 5.000,- dibagi 2 dengan ongkos, nggak nutup pak!. Kita seller pemula jangan coba coba masuk ke marketplace dengan produk piyama dulu deh, buat tempat cari supplier aja

Kesimpulan

Trend menunjukkan angka yang positif untuk kata kunci baju tidur, piyama dan daster. Hal ini diikuti juga dengan perubahan kebiasaan belanja kita yang lebih mementingkan produk untuk lebih nyaman #dirumahaja. Memang, sedikit menurun, tapi dibandingkan dengan kategori fashion lainnya sub kategori sleepwear ini punya potensi gemilang di masa depan, namun perlu diperhatikan, pasarnya sudah cukup padat. Perlu strategi ekstra untuk masuk ke ceruk yang tepat

Baca Juga:
6 Trik Ampuh Jualan di Shopee


Buat kamu yang belum tahu nih, saya dan tim sedang mengembangkan sebuah produk bernama Lapakninja.com produk ini fokus di pengumpulan data toko online terlaris di 2 marketplace, shopee dan tokopedia, untuk bikin kamu lebih mudah riset produk sebelum memutuskan terjun ke marketplace, atau cari supplier untuk dijual lagi di Sosial media. Saya juga buatin grup privat khusus buat kamu yang pakai produk ini, di grup ini saya akan bahas secara live dan update terkait produk yang punya potensi meledak di waktu dekat, biar kamu nggak ketinggalan momen nya.

Khusus di Bulan Juli, dengan bayar sekali, kamu bisa akses database dan grup selama 3 bulan penuh!. Buruan sebelum masa pre-launch nya berakhir!

sponsored

Semoga Bermanfaat Ya! Terima kasih

102 Dilihat
Lintang Kresnadi
Lintang Kresnadi

Graphic Designer, Web Developer, Educator, Social Media Enthusiast. Part-time writer, full-time learner, COO of urbandelta.co.id

View all posts

One Comment

  1. If you want to use the photo it would also be good to check with the artist beforehand in case it is subject to copyright. Best wishes. Aaren Reggis Sela

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Raih EBook 100 Penjualan Pertama Marketplace GRATIS

Dapetin 100 Penjualan Pertamamu di Marketplace itu GAMPANG BANGET kalau tau strateginya. Belajar tentang riset pasar, optimasi akun sampai pemanfaatan sosial media buat tingkatin penjualanmu sekarang juga. GRATIS

informasi anda kami jaga kerahasiaannya