Press "Enter" to skip to content

Cara Jualan di Instagram – Strategi Riset, Optimasi, Konten dan Interaksi

Last updated on July 28, 2020

Halo kawan, ketemu lagi dengan saya Lintang di web pribadi saya lintangkresnadi.web.id. di sini saya banyak berbagi tentang cara jualan online yang efektif buat kamu cobain sambil di rumah aja. Nah kali ini saya mau coba share gimana sih strategi cara jualan di Instagram yang paling efektif?

Disclaimer dulu, metode yang saya gunakan ini mungkin agak berbeda dengan metode peningkatan followers instagram yang lain, yang harus follow un follow lah, yang harus spam like dan comment lah, yang harus spam message lah, yang harus pakai BOT, dll. Mungkin beda, tapi saya rasa ini sesuai banget sama alogaritma Instagram saat ini, dan anda pun mungkin bisa dapat penjualan bahkan sebelum menyentuh 1000 Follower. Nah,mau tau gimana caranya? Baca sampai habis ya

TLDR Bisa anda baca di microblog Instagram saya

Cara Jualan di Instagram – Strategi RKI (Riset, Konten dan Interaksi)

Alogaritma Instagram Hari Ini

Cara Jualan di Instagram Hari ini tentu berbeda banget dengan Instagram di beberapa tahun ke belakang. Pada awal kemunculannya, kita bebas melakukan Spam post, follow – un follow, menggunakan bot seperti jarvee dan sebagainya pun tidak dianggap mengganggu oleh Instagram. Tapi hari ini semua itu sudah berubah, BOT sangat dibatasi, interaksi yang spammy pun kena imbas juga.

Berbeda dengan dahulu kala, Instagram memiliki metode penampilan “chronological” yang berarti, konten yang ditampakkan adalah konten yang diupload secara rutin oleh akun yang kita ikuti, jadi semakin banyak upload, semakin besar kemungkinan mendapatkan views, sekarang sistem penampilannya berubah menjadi “ranked feed” yang berarti, konten yang ditampilkan adalah konten yang memenuhi standard Relationship,Interest,Timeliness. Apa sajakah itu?:

  1. Relationship : Memiliki historikal hubungan, jadi jika pengguna Instagram pernah berinteraksi sebelumnya dengan suatu akun, maka ia akan melihat postingan tersebut lagi di masa depan. Interaksi dapat berbentuk : DM, saling Tag, saling Comment, saling share, like dan views
  2. Interest : Kecenderungan preferensi, jadi Instagram merekam preferensi kita saat menjelajah, Instagram. Jika kita suka follow “Brand Account” maka kita akan lebih sering ditampakkan postingan dari Brand Account lainnya, jika kita suka lihat video, maka kita juga akan lebih sering ditampakkan postingan video, begitu juga dengan jenis post lainnya. Maka penting untuk mengetahui kebiasaan konsumen kita
  3. Timeliness : Sesuai dengan konsumsi waktu, Instagram akan mendorong postingan dengan jarak waktu terdekat dari waktu online user Instagram. Jadi, jika si A (Konsumen) membuka Instagram pada pukul 18.00, maka postingan dari si B pada pukul 17.50 akan dimunculkan lebih dulu dibandingkan postingan dari si C yang diposting pada pukul 17.00. Namun, postingan si C punya kesempatan untuk didorong naik juga, jika memiliki jumlah interaksi yang lebih banyak dari postingan B. Maka, waktu post sangatlah penting

Dengan berubahnya alogaritma Instagram ini, Instagram mencatat terjadi peningkatan interaksi suatu akun hingga 50% dibandingkan dengan sebelumnya. Tentu ini merupakan perubahan besar yang sangat menguntungkan akun organik seperti kita. Bye bye BOT!

Apa Itu Strategi ROKI

RKI adalah Singkatan dari Riset-Optimasi-Konten-Interaksi. Simpel banget ya? haha. Ya, apapun bisnis anda wajib diawali dengan riset! nggak terkecual memulai bisnis di Instagram, riset merupakan salah satu cara jualan di Instagram yang efektif, Ya ya, semua artikel saya selalu mengutamakan riset. Nggak percaya? coba deh cek beberapa postingan saya yang ini,

Baca Juga
Strategi SEO Marketplace
5 Langkah Riset Produk

Metode Riset

Jika kita analogikan Instagram seperti dunia Internet, maka Tombol Explore adalah Page One-nya Instagram.

Untuk kita bisa bisa “nangkring” di Explore pengguna Instagram lainnya, maka kita harus bisa menyesuaikan dengan Interest dari pengguna tersebut. Nah kabar baiknya, Instagram sekarang secara tidak langsung sudah mengelompokkan orang berdasarkan Interestnya dari jenis postingan yang sering diajak berinteraksi. Cara termudah menemukan orang dengan interest yang sesuai adalah dengan memilih hashtag yang sesuai. Nah kalau tools favorit saya sih Flick, gimana caranya?

1. Kunjungi flick.tech > Start 7 Day Free Trial

Memang nanti akan diminta credit card atau paypal account. Tenang semuanya bakal gratis selama 7 hari, bisa dibatalkan sewaktu waktu. Cukup untuk kita menentukan akan lanjut atau nggak.

2. Isikan hashtag sesuai dengan kategori produkmu

3. Akan ada 3 kelompok, low (biru), medium (hijau) dan high (merah). centang hanya yang low dan medium lalu klik tombol “table view”

4. Cari post dengan jumlah DAPC (Daily Active Post Count) yang tidak terlalu banyak. Semakin banyak DAPC berarti semakin banyak kompetitornya, semakin sedikit berarti semakin sedikit yang mencari juga

5. Sesuaikan DAPC yang kecil dengan average likes (rerata likes). Cari DAPC dan average likes dengan jumlah cukup tinggi.

6. Kombinasikan hashtag dengan Post made yang banyak dan sedikit. Jumlah post made yang ideal untuk akunmu adalah 1 : 10. Jadi jika followermu 1000, incar post made maksimal 10.000, begitu juga dengan 2000, incar post made 20.000, begitu seterusnya.

7. Catat hingga 25 hashtag. Coba cari juga di kata kunci yang komplementer. Sisipkan 1 saja hashtag brand kamu

Jika kita sudah temukan hashtag yang sesuai, kita bisa lanjut ke tahap Optimasi Akun Instagram dan membuat konten yang sesuai.

Baca Juga
Mengenal Bisnis Afiliasi – Dapet Jutaan cuma dari rumah aja

Optimasi Akun Instagram

Coba menuju akun Instagram anda, apakah sudah “siap perang”? Ada setidaknya 5 syarat yang wajib kita penuhi untuk akun Instagram yang efektif

  • Gunakan kata kunci di Bio, nama akun, hashtag dan website
  • Isi Highlight yang sesuai, wajib untuk toko online
  • Post harus 1 tema, dan sesuai dengan kata kunci. Update minimal 1 hari sekali
  • Rajin upload story / live
  • Ubah ke akun Bisnis, lengkapi semua data.

Lakukan saja 5 hal tersebut di akun kamu, dan coba rutinkan selama 1 bulan saja, maka hasilnya akan jauh terlihat dibanding kalau kamu tidak melakukannya

Konten Apa Yang Sesuai

1. Kembali ke flick.tech, klik titik 3 di sebelah hashtag yang kita pilih, pilih preview on instagram

2. Cek Top Post yang tampil

Ternyata, dari 9 post teratas, 7 diantaranya adalah post kaos dengan carousel gambar (bukan 1 image) jadi, jenis postingan yang banyak disukai pengikut hashtag ini adalah carousel kaos, bukan video ataupun gambar model.

3. Lanjutkan ke hashtag selanjutnya

Sesuaikan lagi gaya post kita dengan gambar yang tampil di top post. Lakukan riset ini sampai ke setidaknya 5 hashtag utama yang ingin kita incar, sesuaikan bentuk post kita (single image, carousel, video) dengan kebiasaan pasar. Maka kita punya kesempatan lebih besar tampil di halaman explor target market tersebut.

Baca Juga
Analisa Saya Terhadap Trend Thriftshop
Analisa Saya Terhadap Trend Piyama

Interaksi yang Efektif

Ingat Interaksi merupakan indikator penting dalam strategi cara jualan di instagram di tahun 2020 ini. Ingat, sosial media adalah aplikasi untuk berinteraksi, bukan sekedar jualan. Di tahun 2020 inipun, Instagram lebih mengutamakan postingan yang sebelumnya sudah memiliki histori interaksi dibanding akun yang pasif saja. Pertanyaannya, bagaimana interaksi yang efektif?

1. Follow Hashtag yang ingin diserang, hashtag sekarang juga menampilkan list “related hashtag” yang akan menunjang akun jualan kita

2. Buka semua post yang ada di top feed, lalu follow dan DM 1 per 1 setiap akun yang meninggalkan comment, berikan penawaran yang lebih bagus dari post tempat ia berinteraksi sebelumnya.

3. Pastikan memberikan pesan selamat datang bagi semua akun yang baru follow kamu. Bisa ajakan kunjungi toko online kamu di marketplace atau untuk belanja langsung via WA

4. Pastikan untuk selalu tinggalkan comment dan like di tiap postingan terbaru dari calon kustomer kamu.

Naikkan Level Instagram dengan Kelas Online

Tentu temen temen bingung ya, saya yang seorang data researcher kok cukup paham terkait Instagram? ya ini karena saya belajar di nikojulius sih. Beberapa poin yang saya sampaikan di atas itu hanya sebagian kecil dari kelas Instagram yang ditawarkan oleh @bynikojulius. Saya merasakan banyak banget manfaat dari kelas online ini, mulai dari interaksi organik hingga pertumbuhan akun tanpa bantuan BOT 100%.

Baru 4 minggu saya praktekkan, saya sudah efekif menumbuhkan follow akun sebanyak 400 followers, ya gede banget lho ini buat saya yang nggak terlalu aktif di IG dulunya. Nggak cuma itu, mas nikojulius ini juga “Maksa” saya untuk memperbaiki akun dari yang amburadul, menjadi lebih rapi kayak gini

Penasaran sama kelasnya? boleh deh langsung kunjungi website nya, siapa tau kita bisa bertumbuh bareng ya

Kesimpulan

Jualan online via sosial media memang tidak mudah, karena sama seperti marketplace, pemainnya sudah sangatlah banyak. Tapi cara jualan di instagram ini penting untuk menopang brand yang ingin kita bangun, karena mau bagaimanapun mall nya dunia digital ya sosial media, sedangkan marketplace ya hanya sekedar “pasar”. Midset pengunjung di marketplace selalu barangnya tidaklah mahal


Buat kamu yang belum tahu nih, saya dan tim sedang mengembangkan sebuah produk bernama Lapakninja.com produk ini fokus di pengumpulan data toko online terlaris di 2 marketplace, shopee dan tokopedia, untuk bikin kamu lebih mudah riset produk sebelum memutuskan terjun ke marketplace, atau cari supplier untuk dijual lagi di Sosial media. Saya juga buatin grup privat khusus buat kamu yang pakai produk ini, di grup ini saya akan bahas secara live dan update terkait produk yang punya potensi meledak di waktu dekat, biar kamu nggak ketinggalan momen nya.

Khusus di Bulan Juli, dengan bayar sekali, kamu bisa akses database dan grup selama 3 bulan penuh!. Buruan sebelum masa pre-launch nya berakhir!

sponsored
92 Dilihat
Lintang Kresnadi
Lintang Kresnadi

Graphic Designer, Web Developer, Educator, Social Media Enthusiast. Part-time writer, full-time learner, COO of urbandelta.co.id

View all posts

2 Comments

  1. Annisa Annisa

    Hi Mas Lintang… sebelumnya selamat untuk kelahiran first baby nya. Saya mau bilang terimakasih banyak karena sudah sharing ilmu nya. Sangat menginspirasi sekali. Mudah mudah an pelan pelan saya bisa mempraktekannya.

    • Hai mbak Annisa, terima kasih ya :). Sama sama, saya senang kalau tulisan sederhana seperti ini ternyata memberikan manfaat. Amiin mbak, semoga disegerakan prakteknya biar segera mendapatkan hasilnya. Saya siap banget lho diajak disuksi via Email atau chat di group private

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Raih EBook 100 Penjualan Pertama Marketplace GRATIS

Dapetin 100 Penjualan Pertamamu di Marketplace itu GAMPANG BANGET kalau tau strateginya. Belajar tentang riset pasar, optimasi akun sampai pemanfaatan sosial media buat tingkatin penjualanmu sekarang juga. GRATIS

informasi anda kami jaga kerahasiaannya