Press "Enter" to skip to content

Tips Memilih Hosting Terbaik – Tutorial Bahasa Indonesia

“Great hosting boils down to the 3 S’s: speed, support and security,”

Adam Berry, digital director at Wingard Creative

Memilih Hosting terbaik memang mudah mudah susah, pada umumnya ketika kita baru saja memulai sebuah website sebagian besar layanan penyedia hosting layak untuk dipilih, namun hal ini menjadi berbeda ketika website kita sudah mulai berkembang dan memiliki traffic yang semakin membludak, maka pemilihan hosting menjadi krusial. Artikel ini akan memberikan anda beberapa poin yang perlu diperhatikan sebelum memilih Hosting yang tepat untuk website anda.

Tentukan Seberapa Banyak Anda Butuh “Tangan Tambahan”

web, domain, service

Beberapa Hosting provider ada yang memberikan layanan yang sangat murah sekali, tapi tidak memiliki layanan Email bisnis, hosting provider lainnya memiliki akses unlimited ke email bisnis, tapi tidak memiliki customer service yang siap membantu eror teknis yang mungkin dialami untuk pelanggannya. Pastikan anda menentukan sejauh mana anda ingin dibantu dalam membuat website. Dalam pemilihan Hosting, pastikan mereka memberikan layanan minimal :

  • Akses cPanel
  • Email Routing (Include dalam cPanel)
  • Security
  • Website Performance assistant (Cloudflare / Litespeed Chache)
  • Akses Customer Service 24/7

Jika penyedia layanan hosting anda memiliki minimal 5 poin di atas, maka jangan ragu untuk anda pilih. Namun, jika ada yang memberikan harga yang lebih murah tanpa mengcover beberapa poin di atas, perlu anda pertimbangkan dengan matang – matang, karena website bukanlah projek 1 kali saja, melainkan projek jangka panjang.

Perkirakan jumlah traffic yang ingin anda capai dalam waktu dekat

Ada perbedaan mendasar yang perlu kita ketahui. Setiap hosting selalu memberikan opsi besaran Bandwith. Bandwith ini sangat berpengaruh sekali ke jumlah pengunjung yang datang. Katakanlah anda memiliki batasan Bandwith sebesar 10 GB per bulannya. Jika 1 user rata – rata menghabiskan 1MB dalam mengakses website anda, maka setelah website anda dikunjungi user ke 10.000 website anda akan kehabisan bandwith dan harus menunggu hingga bulan berikutnya untuk diakses kembali. Hal ini lumrah jika website anda adalah website e-commerce, berita atau forum yang memang lumrah memiliki lalu lintas yang tinggi, namun jika website anda hanya website blog, tutorial atau profil saja bandwith yang kecil tidak akan menjadi masalah di kemudian hari.

Pahami Jenis “Server”

Shared Server
Ibarat sebuah Rumah, Shared server seperti anda menyewa sebuah kamar dalam 1 rumah kontrakan yang besar. Anda dapat mengatur beberapa hal di dalam kamar, tapi anda tidak punya akses untuk mengatur seluruh isi rumah apalagi kamar orang lain di rumah tersebut. Shared server memiliki pilihan harga yang jauh lebih murah dibanding pilihan server yang lain, sangat cocok untuk pemula dalam website yang tidak memiliki terlalu banyak konten dinamis. Anda juga dapat mengatur beberapa security di shared server, tapi hanya setingkat shared server anda sendiri, tidak server secara keseluruhan.

Virtual Private Server
VPS adalah tingkat lanjut dari shared server. Jika shared server kita hanya menyewa sebuah kamar, di VPS ibarat kita memiliki sebuah kamar di Apartemen. Kapasitas yang jauh lebih luas, bandwith yang lebih leluasa dan pengaturan security yang lebih aman. Namun anda juga harus paham tentang dasar pengaturan server, karena ada beberapa hal seperti backup data, dan recovery serta setting keamanan yang harus anda lakukan sendiri. VPS cocok bagi pemilik usaha yang sudah berkembang, dan banyak melakukan penjualan via website. Tentu, perusahaan tersebut harus memiliki setidaknya 1 orang dedicated untuk mengurus websitenya.

Dedicated Server
Dedicated Server merupakan tingkat yang cukup advance, jika anda sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang manajemen server jangan sekali sekali mencoba membeli layanan ini, karena harganya yang jauh lebih mahal (1 Dedicated Server dapat memberikan layanan pada banyak VPS). Bayangkan seperti anda memiliki komputer server sendiri namun diletakkan di tempat penyedia layanan anda. Pada layanan ini, anda dapat mengembangkan website tanpa batasan tembok apapun, namun di sisi lain anda juga mengurus server ini “sendirian” tanpa bantuan teknisi dari penyedia layanan

Cloud Server
Sama seperti Dedicated Server, namun bedanya adalah jika dedicated server anda “menyewa” server fisik yang diletakkan di negara tempat provider anda berjalan, Cloud server kita menyewa ruang di “cloud”. Kelebihan dibandingkan dedicated server adalah, anda tidak perlu repot mengganti server jika sudah kepenuhan, anda tinggal top up untuk upgrade kapasitas di penyedia layanan anda, dan anda sudah siap untuk menerima lebih banyak kunjungan lagi

Hati hati dengan Promo “Unlimited”

Beberapa provider hosting memiliki strategi pemasaran yang sedikit “nakal”. Selalu perhatikan Terms of Service sebelum anda memutuskan membeli paket hosting tertentu. Beberapa penyedia hosting bahkan tidak ragu ragu untuk shut down database website anda jika anda tidak memperpanjang masa kontrak. Berita buruknya adalah, anda tidak lagi memiliki akses ke database dari website yang sudah susah payah anda bangun dari 0. Solusi terbaik adalah anda rajin melakukan backup di drive offline anda, atau membeli paket hosting dalam jangka panjang sekaligus

Pilih yang memungkinkan diinstallnya CMS / Page Builder Pihak ke-3

Penyedia layanan hosting dewasa ini sudah berkembang menjadi layanan page builder terintegrasi, yang mana memungkinkan anda membuat website secara mandiri menggunakan layanan mereka dan menaruh databasenya di server penyedia layanan tersebut, diantaranya Wix.com , Squarespace, dll. Memang mudah sekali dalam proses penyusunan websitenya, namun anda dipaksa untuk terus menerus membayar biaya bulanan yang lebih mahal dibandingkan hosting lepas. Hal ini membuat anda tidak punya pilihan lain selain terus menggunakan layanan website tersebut tanpa opsi untuk berpindah. Pastikan layanan hosting yang anda pilih memungkinkan untuk diinstallnya CMS (WordPress, Weebly, Blogspot, dll) serta pagebuilder di server anda melalui cPanel

Pastikan Domain yang diregister menjadi Hak Anda

Gambar oleh <a href="https://pixabay.com/id/users/EstudioWebDoce-1605998/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=1327873">EstudioWebDoce</a> dari <a href="https://pixabay.com/id/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=1327873">Pixabay</a>

Umumnya semua layanan penyedia Hosting memberikan opsi untuk membeli nama domain melalui platform mereka masing masing, (include dalam paket hosting). layanan hosting yang mendaftarkan nama domain anda ini disebut “registrar”. Dalam info registrar ini pastikan tercatat terdaftar atas nama anda yang sudah anda submit saat awal pembelian domain. Cek status kepemilikan domain anda di sini

Kesimpulan

Semua website selalu berawal dari hosting dan domain, tidak ada aturan baku dalam pemilihan domain namun untuk hosting, pastikan anda memilih yang tepat bagi level usaha anda saat ini. Umumnya kita selalu mulai dari shared hosting dengan layanan cPanel di dalamnya yang kemudian bisa dikembangkan seiring dengan perkembangan website anda di masa depan

38 Dilihat
Lintang Kresnadi
Lintang Kresnadi

Graphic Designer, Web Developer, Educator, Social Media Enthusiast. Part-time writer, full-time learner, COO of urbandelta.co.id

View all posts

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    Raih EBook 100 Penjualan Pertama Marketplace GRATIS

    Dapetin 100 Penjualan Pertamamu di Marketplace itu GAMPANG BANGET kalau tau strateginya. Belajar tentang riset pasar, optimasi akun sampai pemanfaatan sosial media buat tingkatin penjualanmu sekarang juga. GRATIS

    informasi anda kami jaga kerahasiaannya